Pelestarian warisan.
Emansipasi perempuan.
Nurturing heritage. Empowering women.
“Perempuan harus pandai, sebab kepandaian itulah yang kelak menjadi suluh bagi keluarga dan bangsanya.”
"Women must be educated, for the reason that their intelligence becomes a beacon for their family and their nation."
– Rky. Roehana Koeddoes
Amai Setia est. 1911
Yayasan Kerajinan Amai Setia Kotogadang berakar dari Kerajinan Amai Setia (KAS), sebuah perkumpulan perempuan yang didirikan pada tahun 1911 oleh Rky. Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia yang berperan dalam penerbitan Soenting Melajoe (surat kabar perempuan pertama di Hindia Belanda-Indonesia).
Rky. Roehanna Koeddoes bersama Rky. Rakena Puti dan Rky. Hadisah mendirikan KAS dengan tujuan untuk meningkatkan derajat dan kemandirian perempuan Minangkabau, khususnya di Kotogadang.
The Amai Setia Kotogadang Craft Foundation traces its roots to the Amai Setia Craft (KAS), a women's association founded in 1911 by Rky. Roehana Koeddoes, Indonesia's first female journalist, who was instrumental in publishing Soenting Melajoe (the first women's newspaper in the Dutch East Indies-Indonesia).
Rky. Roehanna Koeddoes, along with Rky. Rakena Puti and Rky. Hadisah, founded KAS with the aim of improving the status and independence of Minangkabau women, particularly in Kotogadang.